Jumat, 01 Desember 2017





BAB I
                                                               PENDAHULUAN

A.    . LATAR BELAKANG
Penerimaan pendapatan yang tidak merata di berbagai wilayah di Indonesia merupakan suatu hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah. Hal ini terlihat dari masih banyaknya kesenjangan social yang ada di masyarakat. Harga kebutuhan sandang dan pangan yang meningkat juga menambah penderitaan masyarakat  berpendapatan rendah. Oleh karena itu, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan Primer dan sekunder juga makin berkurang. Persaingan yang terus berkembang membuat perusahaan harus berusaha menempatkan produk sepatu di benak konsumen. Vans adalah salah satu produk sepatu yang memiliki kualitas dan brand ternama yang telah melekat pada benak konsumen Buat pecinta fashion dan skateboard, Vans adalah produk ternama yang berasal dari amerika serikat yang kini produk vans telah mendunia. Indonesia adalah salah satu Negara yang menjadi sasaran penjualan produk vans yang bekerjasama  dengan PT. Gagan Indonesia sebagai satu-satunya distributor vans di Indonesia.
Dari awal kemunculannya sampai sekarang vans memang tidak pernah ketinggalan trend. Namun pada juni 2017 lalu Vans Indonesia dikabarkan  tutup karena kebangkrutan yang dialami oleh PT Gagan Indonesia.  PT Gagan Indonesia disebut-sebut telah dinyatakan pailit alias bangkrut oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat setelah gagal berdamai dengan para krediturnya dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Namun tidak lama vans tutup di Indonesia kini Vans kembali hadir dan membuka dua gerai utama di dua wilayah saja, yaitu Jakarta dan Surabaya. Untuk cabang Jakarta berada di Mal Grand Indonesia, yang perdana di buka pada tanggal 21 September 2017 dibawah naungan PT. Navya Ritael Indonesia sebagai distributor terbaru vans.
B. . RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengaruh Brand Image terhadap niat Pembelian sepatu Vans di Indonesia ?
2. Apa yang menjadi penyebab bangkrutnya distributor Vans Indonesia ?
3. Apa yang menjadi dasar kembalinya Vans di Indonesia ?
C. . TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui Pengaruh Brand Image terhadap niat pembelian sepatu Vans Indonesia
2. Mengetahui penyebab bangkrutnya distributor Vans Indonesia
3. Menganalisis factor kembalinya Vans di Indonesia




















BAB II
PEMBAHASAN

. LANDASAN TEORI
1.      Pengertian Manajemen Ritel
              Manajemen retail adalah pengaturan keseluruhan faktor-faktor yang berpengaruh dalam perdagangan retail, yaitu perdagangan langsung barang dan jasa kepada konsumen. Atau lebih singkatnya Manajemen ritel adalah manajemen yang diterapkan pada ritel. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam bisnis retail adalah place, price, product, dan promotion yang dikenal sebagai 4P.
2.      Pengelompokan Bisnis Ritel
Ada beberapa klasifikasi bisnis ritel :
a)    Kepemilikan ( Owner ):
·       Single-Store Retailer (tipe yang paling banyak jumlahnya dengan ukuran toko umumnya dibawah 100 m²)
·         Rantai Toko Retail (toko retail dengan banyak cabang dan dimiliki oleh institusi perseroan)
·         Toko Waralaba (toko yang dibangun berdasarkan kontrak kerja sama waralaba antara terwaralaba dengan pewaralaba)
b)     Merchandise Category:
· Specialty Store/ Toko Khas (Menjual satu jenis kategori barang yang relative sedikit/ sempit)
·         Grocery Store/ Toko Serba Ada (menjual barang groceries (sehari-hari))
·         Departement Store (menjual sebagian besar bukan kebutuhan pokok, fashionable, bermerek, dengan 80% pola konyinyasi)
·         Hyperstore(menjual barang dalam rentang kategori barang yang sangat luas).

.  SEJARAH VANS
Bermula pada 16 Maret 1966, di jalan 704E Broadway, di Anaheim, California. Paul Van Doren dan tiga sahabatnya membuka toko pertama mereka tempat penjualannya atau bisa dikatakan First Store dan disana vans lahir. ketika itu mereka menamakan wearhouse store mereka Van Doren Rubber Company, dan sangat unik ketika itu karena mereka langsung memproduksi sepatu mereka disana dan menjualnya langsung kepada publik. Pada pagi di hari pertama 12 pelanggan membeli sepatu yang membuat langsung di hari itu juga dan siap untuk diambil di sore hari. ketika itu nama series sepatu pertama mereka The Vans #44 deck shoes, yang sekarang dikenal sebagai Authentic. Pada saat itu Pemain skateboard di Southern California pada awal tahun 1970 hampir semuanya menyukai dan memakai sepatu Vans. dan pada tahun 1975, Vans # 95 atau yang sekarang dikenal sebagai Vans Era dirancang oleh Tony Alva dan Stacy Peralta. Dengan bagian kerah yang empuk dan kombinasi warna yang berbeda Vans Era menjadi sepatu pilihan bagi generasi pemain skateboard pada masa itu.
Pada tahun 1979, Vans memperkenalkan #44 Shoe atau yang sekarang dikenal dengan Vans Slip-on, dan dengan bantuan pemain skateboard dan pengendara BMX, Vans Slip-On menjadi sesuatu yang booming di Southern California. dan pada akhir tahun 1970-an, Vans ekspansi store mereka dengan memiliki 70 toko di California dan menjual melalui dealer-dealer sepatu baik secara nasional maupun internasional. Pada tahun 1980-an, Paul Van Doren mulai mengambil peran yang lebih kecil dalam kegiatan perusahaannya. Selama periode ini, Vans mulai membuat sepatu untuk beberapa olahraga seperti baseball, basketball, wrestling sampai skydiving untuk mencoba bersaing dengan perusahaan-perusahaan seaptu lainnya. Vans Slip-Ons mendapat perhatian dan daya tarik internasional ketika mereka dipakai oleh Sean Penn pada 1982, film ikon anak muda pada kala itu "Fast Times at Ridgemont High" Meskipun Vans sepatu yang laris manis, berbagai macam polemik yang dihadapi seperti produk yang diproduksi sangat besar dan menyerap sumberdaya yang besar, manajemen perusahaan yang kurang baik memaksa Vans Company memiliki hutang yang besar dan mengalami kebangkrutan pada tahun 1983. 
Hanya berselang tiga tahun dari kebangkrutannya, Vans telah membayar kembali semua kreditur dan keluar dari kebangkrutannya. dan pada tahun 1988 pemilik asli Vans menjual ke sebuah perusahaan investasi perbankan, dan dengan dukungan finansial pemilik baru, Vans memperluas dan meningkatkan eksistensinya di seluruh dunia. Vans mulai manufaktur sepatu di luar negeri pada tahun 1994, memungkinkan untuk pengembangan gaya sepatu baru, dan ekspansi besar-besaran mulai dilakukan. vans mulai merajai action sport industri du Dunia dengan mensponsori inaugural Triple Crown of skateboarding dengan ivent skateboarding, BMX, surfing, wakeboarding, snowboarding, motocross and super cross. Vans diakui oleh Forbes pada tahun 2000 dan kemudian tahun 2001 mendapatkan penghargaan serupa sebagai “America’s Best Small Companies.”. Pada tahun 2001 Vans pembiayaan produksi Film Dogtown and Z-Boys, Stacy Peralta telibat pada Film itu. film ini menyabet penghargaan Audience Award dan the Best Director Award pada ajang Sundance Film Festival. The film is diceritakan oleh Sean Penn.  ditahun yang sama Vans membeli dan membuat ivent the Vans Warped Tour, dan merajai ivent action sports and music festival Amerika.
Pada tahun 2004 Vans membuat sistem pembelian Vans Customs di www.vans.com, memungkinkan calon pembeli bisa merancang sendiri classic slip-ons dengan ratusan warna dan pola yang bisa dipilih sendiri. Vans kemudian membuat ivent skateboard bowl contest terbaik, Pro-tec Pool Party 2005 yang berlangsung di the replica of the legendary Combi Bowl di Vans Skate Park di the Block at Orange. Pada tahun yang sama, Vans Warped Tour menarik lebih dari 680.000 penggemar punk selama musim panas. menempatkannya sebagai running konser series terpanjang di Amerika. kemudian Vans mengadopsi sebuah konsep baru dalam kontes skateboard street dengan Vans Downtown Showdown, diselenggarakan di Universal Studios pada Hari Buruh. Vans terus berinovasi dan mengembangkan bisnisnya dan menjadi salah satu Industri yang besar di dunia, dan bisa dikatakan sejajar dengan Nike, adidas dan industri besar lainnya. dan ini berawal dari hal kecil dan mimpi yang besar. 
MODEL PRODUK VANS


Ada beberapa model produk vans yakni :
1.      Authentic
Image result for 1. Authentic vans
Ini adalah model sepatu Vans terlaris di dunia dan juga Indonesia. Karena Authentic ini memang merupakan model paling pertama yang diproduksi oleh creator Vans. Modelnya yang simpel dengan canvas dan tali membuat sepatu ini menjadi model sepatu Vans yang paling banyak dicari.
2.      SK8-Hi
Image result for 2. SK8-Hi  vans
Model ini memang tenar di kalangan para skateboarders di Amerika. Didesign khusus untuk memberi kenyamanan kepada para pemain skateboard dengan ciri unik yakni ukurannya yang tinggi (menutupi mata kaki).
3.      Half Cab
Image result for 3. Half Cab vans
Model sepatu Vans yang satu ini agak mirip dengan SK8-Hi, namun ukurannya tidaklah setinggi SK8-Hi. Sepatu ini juga didesign khusus untuk memberikan kenyamanan para skateboarders.
4.      Old Skool
Image result for 4. Old Skool Vans
Salah satu model tertua selain Authentic. Tidak banyak yang diubah sejak pertama kali ia diciptakan, karena memang Old Skool sengaja dibiarkan untuk tetap menjaga orisinalitasnya dan memberikan kesan vintage pada pemakainya.
5.      ERA
Image result for 1. ERA vans
Jenis ini mirip dengan Authentic. Ia juga merupakan model sepatu Vans yang cukup laris di seluruh dunia. ERA memiliki kemiripan dengan model Authentic, namun perbedaanya adalah ia dilengkapi dengan bantalan busa di sekitar lingkar kaki
6.      Slip-On
Image result for 1. Slip-On vans
Modelnya simple dan sangat “manly” Slip-On sengaja dibuat untuk kalian yang suka dengan sepatu ringkas yang mudah dipakai karena ia sesuai namanya “slip” tanpa tali sehingga kalian tinggal memasukkan kaki saja.














BAB III
PENJABARAN DAN ANALISIS KASUS

Penyebab tutupnya vans di Indonesia adalah hadirnya kabar bahwa PT Gagan indonesia yang menjadi distributor dinyatakan pailit alias bangkrut. PT Gagan Indonesia, distributor produk fashion multinasional menerima status pailit atau bangkrut dari Pengadilan Niaga JakartaPusat lantaran menemui kesepakatan antara pihaknya dengan kreditur mengenai Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Bangkrutnya distributor Vans waktu itu adalah karena pemasukan retail mereka nggak cukup buat menutupi pengeluaran yang diperlukan. Alias, nggak banyak orang yang mau membeli Vans langsung di store nya. Padahal, merk Vans sendiri sebenarnya cukup populer di Indonesia. Gagan yang merupakan distributor berbagai merek fashion seperti Adidas.Bebe,Promod,Ted Baker dan Quiksilver termasuk vans ini isebut memiliki hutang kepada sekitar 50 kerditur sebanyak Rp 281,41 miliar. Di kutip dari kontan.co.id, Gagan Indonesia akan membayar hutang-hutangnya tersebut dengan mengklasifikasikan kreditur menjadi dua, yakni kreditur yang memiliki tagihan hingga Rp 100 miliar dan kreditur dengan tagihan di atas Rp 100 miliar.Untuk kreditur yang memiliki tagihan hingga Rp 100 miliar akan dilunasi selama 20 tahun dengan dua graceperiod.Sementara, kreditur dengan tagihan di atas Rp 100 miliar akan dibayar selama 30 tahun dengan tiga graceperiod.
Adapun pihak yang menjadi kreditur Gagan Indonesia antara lain RSH Holdings sebesar Rp 201,34 miliar, PT Adidas Indonesia Rp 13,31 miliar, PT Quiksilver Indonesia Rp 7,05 miliar, dan Bank Standrad Chatered Indonesia sekitar Rp 28 miliar.Menurut para kreditur, tawaran tersebut cukup lama dan tidak realistis. Gagan dinilai enggan mencari investor baru untuk melanjutkan usaha dan hanya mengandalkan aset perusahaan.Padahal, total aset perusahaan diketahui hanya senilai Rp 80,3 miliar, dengan rincian Rp 51,21 miliar berupa barang inventori dan Rp 3,17 miliar berupa piutang.

Kabar Vans pailitnya PT Gagan Indonesia sebagai distributor membuat merek-merek yang menjadi mitranya dikabarkan akan menutup gerainya di Indonesia. Tidak lama terdengar bangkrut kini Ada kabar gembira bagi para pecinta sepatu Vans di Indonesia, sebab toko sepatu Vans akan kembali buka di Indonesia. Dibawah naungan distributor baru yaitu PT. Navya Retail Indonesia. Vans Indonesia hanya dibuka di dua wilayah saja, yaitu Jakarta dan Surabaya. Untuk cabang Jakarta berada di Mal Grand Indonesia, ( Dope and Dappe ) yang perdana di buka pada tanggal 21 September lalu. Sedangkan untuk cabang Surabaya, Vans Indonesia akhirnya dibuka kembali tepatnya pada  23 September di Tunjungan Plaza, Surabaya.  Gerai sepatu asal Amerika Serikat itu kembali dibuka di dua gerai lainnya di Indonesia. Vans Indonesia mengumumkan langkah kembalinya kepada para penggemarnya. Vans Indonesia mengajak konsumen untuk mengunjungi gerai mereka di Skybridge Grand Indonesia lantai dua. Vans Indonesia mengungkapkan para penggemarnya pasti sudah tak sabar menantikan berbagai koleksi terbarunya. Mereka mengajak konsumen untuk memilih koleksi sepatu teranyar mereka.
























BAB IV
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
            Distributor PT. Gagan Indonesia telah dinyatakan pailit alias bangkrut oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat setelah gagal berdamai dengan para krediturnya dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) . Maraknya barang-barang tiruan atau kw yang menyerupai sepatu merek Vans dengan    harga yang lebih murah dari aslinya. Berkembangnya shopping online di Indonesia berdampak pada hasil penjualan PT Gagan selaku pihak distributor. Mekipun telah dikabarkan bangkrut vans kini hadir kembali di Indonesia tentunya tidak lagi dinaungi oleh PT. Gagan. Hadirnya Vans di Indonesia membawa kabar gembira bagi para pecinta sepatu tersebut. Dengan dinaungi oleh distributor barunya PT. Navya Ritel Indonesia vans telah dibuka di dua gerai saja yakni di Jakarta dan Surabaya.

B.     SARAN
ð  Sebaiknya Distributor PT. Gagan melakukan proses promosi yang gencar mengenai kualitas produk , dan berusaha meyakinin konsumen bahwa harga jual tinggi sesuai dengan kualitas dan brand produk.
ð  Untuk Distributor PT. Navya Retail Indonesia tetap harus mempertimbangkan strategi pemasaran yang tepat untuk menghadapi pesaing dan bila perlu lakukan potongan harga untuk menarik perhatian konsumen.